Jumat, 25 Maret 2011

Manusia

Manusia yang dalam bahasa jawa "Menungso" ternyata dapat kita ambil pelajaran dari kata tersebut.

Manusia sebagai khlifah (pemimpin) di jagad raya yang di anugrahi kesempuran dari fisik maupun akal pikiran sempurna guna mengelola semua yang ada di bumi dengan sebaik munkin serta bijaksana. Namun dengan adanya akal pikir pada manusia, pernahkah kita byangkan perbuatan apa yang telah kita lakukan? Baik atokah buruk kita?
Tentu semua beranggapan namun dari arti kata "MANUNGSA" yang memiliki arti menus menus kebak doso. Dapat diartikan bahwa kita makhluk yang banyak dosa. terus apa yang kita banggakn dari diri kita? kehebatan, kekuasaan ataukah harta benda? tentu hal itu bukan ukuran baik buruk manusia.


Zaman sekarang manusia cerdas sekaligus memiliki akhlaq serta perilaku yang baik sangatlah minim sekali, sering kali apa yang mereka salah dalam penempatan pemakainnya, seseorang yang berkuasa memafaatkan untuk melakukan pungli. yang memiliki kemampuan untuk heck mereka salah gunakan untuk membobol bank, ketrampilan tanpa didasari kemampuan pengendalian sama saja kendaraan tanpa sopir.

Bagi para pembaca mari kita renungkan apakah kita telah melakukan semua yang telah miliki sesuai dengan nurani untuk tidak merugikan orang? Namun sebaliknya kita gunakan untuk membantu dan kita tanam kebaikan dengan ilmu yang kita miliki. Serta manusia yang tidak hanya membanggakan atas dosa yang kita miliki.

Dengan akhlaq serta perilaku yang baik tentu akan menjdikan daun muda pada bangsa ini akan memberikan aroma kedamaian serta angin positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar